Jumat, Februari 26, 2010

Memberi


Saat kamu ada dalam masalah,
kadang timbul sebuah hasrat untuk bersekutu dan melayani.
Namun...
Stop...
hentikan langkahmu terlebih dahulu,
bila kau hanya berharap untuk mendapatkan sesuatu di sana.
Ubahlah harapanmu....,
"Apa yang bisa aku berikan pada Tuhan??"
Maka Kau akan lebih cepat dipulihkan.
Kepada Tuhan...
Kita bisa berharap, kita bisa meminta, kita bisa mendapatkan pertolongan.
Namun dengan memberi,
ada rahmat yang lebih besar akan kau terima.
Dan kita akan lebih belajar tentang kasih,
yang selalu memberi....
Seperti kasih-Nya...
(Zepe)

Cinta yang Sempurna


Cinta Yang Sempurna
Cinta yang sempurna bukanlah pada saat kita menemukan
insan yang hanya ada dalam situasi yang menyenangkan
dan dalam diri insan yang sempurna.
Cinta yang sempurna adalah cinta yang mampu bertahan
meski ada di dalam kesesakan dan situasi yang tidak menyenangkan,
dan cinta yang bisa kita berikan kepada insan yang dengan penuh kekurangan,
namun dengan kelebihan yang Tuhan berikan,
kita akan semakin merasa hidup kita lebih berarti.
Dan dengan segala kekurangan yang ada di dalam diri kita,
kita semakin menyadari bila kita membutuhkan orang lain,
dan Tuhan dalam kehidupan kita.
Sehingga hati kita pun akan semakin dekat dengannya,
dan terutama dengan-Nya.
(Zepe)

Tiada yang Sia-sia


Saat kita ada dalam masalah,
saat kita ada dalam kesesakan,
Saat kita ada dalam keraguan,
saat kita ada dalam duka,
saat kita bangkit dari keterpurukan,
saat kita menemukan banyak teman yang bisa memahami,
saat kita menjadi yang terbaik,
saat kita memperoleh kemenangan,
saat kita melayani sesama,
saat kita memuji Tuhan,
saat kita berdoa,
saat kita berjalan,
saat kita berlari,
saat kita menatap,
saat kita bercakap,
saat kita menggerakkan bagian tubuh kita,
di setiap hembus nafas kita,
di setiap detak jantung kita,
di setiap detik waktu di hidup kita,
Jangan pernah lupa..

Yesus ada bersama kita.......
Meski dalam hal-hal yang kecil...
Maka lakukan segala hal dari yang terkecil dalam hidup kita
dengan kasih...
Agar kasih-Nya terpancar indah dari di setiap kata dan kegerakan kita,
dan menjadi bukti,
bahwa Yesus ada di dalam hati orang-orang yang percaya kepada-Nya.
Dan yakinlah...Tak akan ada yang sia-sia.

Rabu, Februari 24, 2010

Yang Istimewa Di Mata-Nya


Di sebuah kantor instansi milik swasta, ada seorang pegawai baru yang bernama Yudha. Yudha adalah seorang mantan pengidap autis. Walaupun dia kelihatan “sudah sembuh”, namun tanda-tanda bahwa dia adalah “abnormal” masih terlihat dari wajah, gerak tubuh, dan cara bicaranya. Dia diterima di kantor tersebut karena Ibu direktur merasa kasihan pada dirinya. Selain itu, orang tua Yudha juga bersahabat baik dengan Ibu direktur. Oleh karena itulah, Yudha kini diberi kesempatan untuk bekerja di kantor tersebut.

Yudha bekerja satu ruangan dengan lima orang karyawan lainnya. Ke-lima karyawa teman Yudha sering sekali menggunjingkan tentang Yudha. Mereka sering menertawakan segala tingkah laku Yudha yang sering kurang bisa dipahami oleh manusia pada umumnya. Terkadang keluar kata-kata yang bernada mengghina dan merendahkan Yudha.

Walaupun Yudha terlihat kurang normal, tapi Yudha adalah orang yang jujur dan polos. Dari mulutnya tidak pernah keluar kata-kata yang menghina. Dia juga tidak pernah menggosipkan orang lain, apalagi menjelek-jelekkan orang lain di belakang. Bahkan Yudha lebih sering memuji orang lain. Misalnya pada saat ada karyawan lain yang bisa menulis dengan baik dan indah, Yudha mengatakan,”Wah... Bapak hebat ya.... . Tulisan Bapak bagus. Tidak seperti saya. Tulisan saya terkadang sulit untuk dibaca.”

Selain pujian tulus yang keluar dari mulutnya, dari kata-kata tersebut kita bisa melihat betapa Yudha juga mau mengakui segala kekurangannya dengan jujur. Tidak seperti kita, yang cenderung sulit untuk mengakui kehebatan orang lain, dan lebih suka menutupi segala kekurang kita.”

Di mata dunia, banyak orang dengan cepat menilai atau menghakimi seseorang menurut kemauan dan pikiran yang cenderung negatif. Di mata Tuhan, orang yang terlihat kurang bernilai, adalah orang yang istimewa.

Sabtu, Februari 13, 2010

Semua Baik


Hari ini hujan turun begitu deras. Dari pagi hingga malam hari, hujan tidak juga reda. Aku pun semakin merasa bosan berada di dalam rumah, karena aku ingin jalan-jalan ke Mall. Aku pun berkata di dalam hatiku,”Menyebalkan sekali hari ini. Hujan tidak juga berhenti. Padahal aku ingin bebas bermain di luar rumah.”

Beberapa minggu kemudian, tibalah musim kemarau. Setiap hari cuaca sangat panas. Setiap aku keluar rumah, pasti bajuku menjadi basah kuyup karena peluh keringat. Uhhh... Bawaaannya bete terus. Kalau aku sedang berada di luar rumah, rasanya ingin sekali cepet-cepet pulang ke rumah. Supaya aku bisa bobo nyenyak, dengan AC yang ada di dalam kamar tidurku.

Sejenak aku menjadi teringat, pada kata-kataku saat hujan turun begitu lebat dan lama. Hmmm... Aku pun tersadar, bila masalahnya ternyata bukan pada cuacanya, malinkan pada diriku yang kurang bisa bersyukur.

Jumat, Februari 12, 2010

Kaca Mata Kesombongan


Aku paling suka memakai kacamata hitam. Dengan kacamata hitam, aku terlihat semakin menarik. Aku seperti selebritis atau turis dari luar negeri. Aku yakin, semua orang mengagumi aku. Kemana pun aku pergi, aku selalu mengenakannya. Saat aku melihat wajah orang yang aku jumpai, semua terlihat gelap. Wajah-wajah mereka terlihat gelap dan tidak menarik. Keluargaku, teman-temanku, dan saudara-saudaraku, semua terlihat gelap.


Pada suatu hari aku mengenal seseorang yang bernama Yesus. Aku mengagumi sosoknya. Meski pun aku mengenakan kacamata hitam, namun keindahan-Nya tetap terpancar. Dia memintaku melepaskan kecamata hitam yang sering aku pakai.


Setelah aku melepaskan kacamata hitam itu, aku benar-benar merasakan suatu perubahan pada diriku saat melihat seseorang. Semua orang terlihat indah dan terang. Terima kasih Yesus, karena Engkau, aku jadi mengerti bila semua orang memiliki sinar terang seperti Engkau. Yah... walaupun aku sekarang tidak sekeren para selebritis ataupun turis dari luar negeri, aku kini bisa merasakan indahnya menjadi manusia biasa dan memiliki banyak teman.

Selasa, Februari 09, 2010

Sebuah Jarum


Yesus bertanya kepada seorang pemuda yang kaya raya, ”Wahai hamba-Ku yang aku kasihi. Aku tahu akan segala kebaikan yang telah kau lakukan. Namun tahukah kamu bila semua kurang berkenan di hatiku??”
Lalu pemuda itu menjawab,”Yesus... Aku telah melakukan banyak hal di gereja-Mu. Aku telah mengorbankan hartaku untuk aku persembahkan pada-Mu. Aku telah menjadi pelayanmu. Namun mengapa Engkau kurang berkenan dengan segala kebaikanku??”
Yesus terdiam sejenak. Yesus ingin menjelaskan sesuatu kepada pemuda itu, namun dengan sebuah ujian. Lalu Yesus berkata,”Baiklah... . Ikutlah aku.”
Yesus membawa pemuda itu di sebuah kandang domba. Namun tidak ada satu ekor domba pun di sana. DI dalam kandang domba itu hanya ada tumpukan jerami. Lalu Yesus berkata,”Lihatlah tumpukan jerami yang ada di sana.” Lalu Yesus mengambil sebuah jarum dari bajunya dan melanjutkan perkataan-Nya,”Dan lihatlah jarum ini.” Yesus kemudian melemparkan jarum yang dia pegang ke atas tumpukan jerami, hingga jarum itu tidak terlihat lagi.
“Sekarang.... Temukanlah jarum itu, dan berikanlah kepadaku.” Kata Yesus kepada pemuda itu.
Pemuda itu pun menyanggupinya. Dia langsung berjalan masuk ke dalam kandang, dan berusaha mencari jarum yang telah Yesus lemparkan.
Pada awalnya pemuda itu mencari jarum dengan tenang. Namun berjam-jam kemudian, pemuda itu mulai kelelahan. Emosinya pun semakin tidak terkendali. Pemuda itu segera mengobrak-abrik seluruh jerami dengan penuh amarah. Rupanya pemuda itu telah kehilangan kendali. Pemuda itu tidak bisa menahan amarahnya. Semakin dia tidak bisa mengendalikan dirinya, maka akan semakin sulit jarum itu ditemukan. Karena jarum itu sangatlah kecil dan lembut. Untuk mengambil jarum di atas lantai saja tidak mudah, apalagi di atas tumpukan jerami yang lebat dan tersembunyi.
Lau pemuda itu mulai mengeluh dan berkata,”Tuhan.... Mengapa Engkau memberikan aku tugas sebodoh ini?? Pekerjaan ini hanyalah membuang-buang waktu saja dan tidak ada gunanya bagiku!!!”
Yesus berdiam sejenak, dan berkata,”Sesungguhnya aku tidak melihat apa hasil dari pekerjaan yang telah aku berikan kepadamu. Kau menemukan jarum itu atau tidak, bukanlah sesuatu hal yang penting bagiku. Aku hanya melihat dari bagaimana kau melakukannya. Sudahkan kau melakukan dengan kasih???”
Pemuda itu pun kini menyadari, bila pelayanan yang dia lakukan belumlah berkenan di hati Yesus, karena dia pemarah dan kurang sabar.