
Yesus bertanya kepada seorang pemuda yang kaya raya, ”Wahai hamba-Ku yang aku kasihi. Aku tahu akan segala kebaikan yang telah kau lakukan. Namun tahukah kamu bila semua kurang berkenan di hatiku??”
Lalu pemuda itu menjawab,”Yesus... Aku telah melakukan banyak hal di gereja-Mu. Aku telah mengorbankan hartaku untuk aku persembahkan pada-Mu. Aku telah menjadi pelayanmu. Namun mengapa Engkau kurang berkenan dengan segala kebaikanku??”
Yesus terdiam sejenak. Yesus ingin menjelaskan sesuatu kepada pemuda itu, namun dengan sebuah ujian. Lalu Yesus berkata,”Baiklah... . Ikutlah aku.”
Yesus membawa pemuda itu di sebuah kandang domba. Namun tidak ada satu ekor domba pun di sana. DI dalam kandang domba itu hanya ada tumpukan jerami. Lalu Yesus berkata,”Lihatlah tumpukan jerami yang ada di sana.” Lalu Yesus mengambil sebuah jarum dari bajunya dan melanjutkan perkataan-Nya,”Dan lihatlah jarum ini.” Yesus kemudian melemparkan jarum yang dia pegang ke atas tumpukan jerami, hingga jarum itu tidak terlihat lagi.
“Sekarang.... Temukanlah jarum itu, dan berikanlah kepadaku.” Kata Yesus kepada pemuda itu.
Pemuda itu pun menyanggupinya. Dia langsung berjalan masuk ke dalam kandang, dan berusaha mencari jarum yang telah Yesus lemparkan.
Pada awalnya pemuda itu mencari jarum dengan tenang. Namun berjam-jam kemudian, pemuda itu mulai kelelahan. Emosinya pun semakin tidak terkendali. Pemuda itu segera mengobrak-abrik seluruh jerami dengan penuh amarah. Rupanya pemuda itu telah kehilangan kendali. Pemuda itu tidak bisa menahan amarahnya. Semakin dia tidak bisa mengendalikan dirinya, maka akan semakin sulit jarum itu ditemukan. Karena jarum itu sangatlah kecil dan lembut. Untuk mengambil jarum di atas lantai saja tidak mudah, apalagi di atas tumpukan jerami yang lebat dan tersembunyi.
Lau pemuda itu mulai mengeluh dan berkata,”Tuhan.... Mengapa Engkau memberikan aku tugas sebodoh ini?? Pekerjaan ini hanyalah membuang-buang waktu saja dan tidak ada gunanya bagiku!!!”
Yesus berdiam sejenak, dan berkata,”Sesungguhnya aku tidak melihat apa hasil dari pekerjaan yang telah aku berikan kepadamu. Kau menemukan jarum itu atau tidak, bukanlah sesuatu hal yang penting bagiku. Aku hanya melihat dari bagaimana kau melakukannya. Sudahkan kau melakukan dengan kasih???”
Pemuda itu pun kini menyadari, bila pelayanan yang dia lakukan belumlah berkenan di hati Yesus, karena dia pemarah dan kurang sabar.